Tanggal Sabtu, 8 Oktober 2016. Ayat SH: Roma 1:16-17. Judul: Kekuatan Injil Kristus. Injil adalah kebenaran dan perbuatan Allah yang layak diyakini siapa pun. Dalam Injil terdapat anugerah Allah yang memberikan hidup kekal bagi mereka yang memercayai-Nya. Inti Injil adalah Yesus Kristus.
BacaanFirman Tuhan: Roma 8: 14-17. "Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah". Hidup rohani, umat yang percaya kepada Kristus Yesus yang dimerdekakan dari kuasa daging.
Roma1:16b berbunyi: "karena injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani". Poin ini tampaknya mendapatkan penekanan di 1:16-17. Kata "iman" muncul sebanyak tiga kali di ayat 17.
EksposisiRoma 14:7-9. Nas dari Roma 14:7-9 ini begitu indah. Tetapi secara khusus saya sangat tertarik pada ayat 9: Sebab unÂÂtuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup. Ada beberapa pemikiran yang timbul berkenaan dengan ayat ini:
RenunganHarian Roma 8:1-17. Seperti apakah kuasa yang baru ,yang kini kita miliki didalam kehidupan? Apa jaminannya? Bagaimanakah cara Allah menawarkan kuasa yang baru ini didalam kehidupan? (ayat 1-4) Kuasa yang baru tidak ada lagi penghukuman bagi mereka yang ada didalam kuasa Roh Kudus , sebab Roh yang memberi hidup telah memerdekakan kita dalam Kristus
II9MtB4. Renungan Harian Roma 1 16-17 Renungan Harian Roma 1 16-17. Setelah menyelesaikan khotbah di bukit, Yesus masuk ke Kapernaum, dimana ada seorang perwira Romawi meminta Yesus untuk menyembuhkan hambanya yang sedang sakit lumpuh dan sangat menderita. Biasanya, orang Romawi tidak mau meminta pertolongan dari orang Yahudi yang sedang mereka jajah. Begitu pula orang Yahudi kepada orang Romawi. Tetapi berbeda dengan perwira ini, Ia memercayai Allah yang benar dalam Alkitab dan menghormati kepercayaan orang Yahudi. Yesuspun akhirnya hendak pergi ke rumah perwira itu. Tetapi perwira itu mengatakan bahwa ia tidak layak menerima Yesus di dalam rumahnya dan ia percaya bahwa ketika Yesus hanya mengatakan sepatah kata saja, maka hambanya itu akan sembuh. Perwira Romawi ini mengerti mengenai otoritas. Sama seperti prajurit bawahan yang akan dengan taat mengikuti atasannya, begitupula otoritas Yesus yang lebih besar dari segalanya. Jadi ia hanya meminta Yesus memerintahkan dari kejauhan, maka hambanya akan menjadi sembuh. Bacalah keseluruhan kisah ini dalam Matius 8. APAKAH ARTINYA? Iman perwira Romawi ini merupakan contoh yang baik. Mengenai iman, Alkitab berbicara jelas mengenai dua hal, yaitu Iman sangat dibutuhkan untuk menjadi anak Allah Ibr. 116 dan Yesus menyukai orang yang beriman kepada-Nya. Iman, secara sederhana diartikan, sebagai percaya tanpa melihat Ibr. 111. Injil dipenuhi dengan kisah Yesus menyembuhkan orang-orang yang beriman kepada-Nya. Tetapi juga ada kalanya dimana Yesus menyembuhkan dan melakukan mujizat ketika orangorang tidak mempercayainya. Beriman bukanlah suatu yang mudah untuk dilakukan. Sebagai manusia berdosa yang begitu lemah, kita seringkali sulit untuk mempercayai sesuatu yang tidak kita lihat dengan mata kita sendiri. Tetapi Yesus memanggil kita untuk percaya kepada-Nya dalam segala keadaan, tanpa alasan. Iman dibutuhkan untuk kita diselamatkan dan juga kita terus membutuhkannya untuk menjalani kehidupan yang diberkati. Teruslah bertumbuh dalam iman. LALU APA YANG HARUS DILAKUKAN? Kita membutuhkan pertolongan Tuhan untuk dapat memiliki iman yang besar, mintalah agar Tuhan memberikan kepada kita iman yang lebih besar lagi! Dan kalau anda sedang memiliki pergumulan dalam hidup anda, ini waktunya untuk kita mengaktifkan iman kita bahwa kita memiliki Allah yang maha besar. TAHUKAH ANDA? elain dalam Matius 8, Yoh. 446-54 juga merupakan kisah yang sama dimana Yesus melakukan mujizat dari kejauhan. Baca juga Renungan Harian Roma 39-10 Jangan Memandang Muka Karena Suku Bangsa
Renungan Harian Roma 141-16 Jangan Menghakimi Saudaramu Renungan Harian Roma 141-16. Apa perintah Tuhan bagi kita dalam hal-hal yang meragukan? Hal-hal praktis apakah yang kita perlu lakukan dalam hidup setiap hari? Ayat. 1-6 Perintah Tuhan adalah terimalah orang yang lemah imannya tanpa mencakapkan pendapatnya, siapa yang makan jangan menghina orang yang tidak makan demikian sebaliknya sebab Allah telah menerima orang itu. Baiklah setiap orang memiliki keyakinan yang teguh dalam hatinya, lakukanlah segala sesuatu seperti untuk Tuhan, dengan ucapan syukur Mengapa kita harus memiliki kesadaran sendiri untuk mempraktikkan kebenaran ini? Mengapa kita bisa rela untuk melakukan Firman Tuhan? Ayat. 7-9 Sebab tidak ada seorang pun diantara kita, yang hidup untuk dirinya sendiri dan tidak ada seorang pun yang mati untuk dirinya sendiri. Kita hidup dan mati untuk Tuhan, jadi baik hidup atau mati adalah MILIK TUHAN. Maka dari itu, Kristus Yesus telah mati dan hidup kembali, supaya IA menjadi Tuhan baik atas orang mati maupun hidup Apa perintah rasuli bagi kita untuk menghidupi kebenaran itu? Ayat. 10-16 Perintah Rasuli adalah tidak membicarakan kelemahan saudara seiman kita, tetapi kita hidup saling menopang. Karena setiap orang akan memberikan pertanggung jawabannya sendiri kepada Allah. Jangan Menghakimi, jangan jadi sandungan, jangan menyakiti saudaramu. Pengajaran Umat Tuhan sering menggembar-gemborkan gosip tentang kelemahan iman saudara-saudari seiman di dalam Yesus. Itulah sebabnya, perintah rasuli adalah agar kita menerima orang-orang yang demikian tanpa mempercakapkan kelemahan iman mereka. Mereka yang kuat imannya justru perlu menopang orang lain yang masih lemah. [CKN – Renungan Kristen]
khotbah singkat dari roma 14 17